APAKAH KANKER DITURUNKAN ?

Kanker yang diturunkan

Bagaimana dengan kanker? Ternyata faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Jenis kanker yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker payudara, kanker indung telur, kanker kulit, dan kanker usus besar.

Kanker kemungkinan besar disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik. Belum ada faktor non genetik yang dapat meningkatkan risiko kanker pada anak ketika orang tua didiagnosa terkena kanker. Bagi anda yang memiliki keturunan terkena kanker dari orang tua, sebaiknya perhatikan pola hidup anda, jangan sampai gaya hidup yang tidak sehat malah akan meningkatkan ririko anda terkena kanker.

Sindrom kanker dalam keluarga

Kanker adalah suata penyakit yang umum sebab itu tidak heran bila banyak keluarga memiliki setidaknya satu sampai beberapa anggota yang menderita kanker. beberapa jenis kanker tampak ada dibeberapa keluarga. Tetapi hanya sebagian kecil saja didapatkan kanker yang diwariskan.

Gen dan kanker

Genetika dan biologi molekuler telah meningkatkan pengetahuan tentang cara bekerjanya sel, yakni suatu blok bangunan dasar dari tubuh kita. Kita dapat mengerti bagaimana suatu sel dapat berubah selama hidup seseorang menjadi sel kanker. Kemudian perubahan gen dapat diwariskan kepada keturunan berikut, yang dapat mempercepat perkembangan kanker. Informasi ini penting untuk menolong kita mengurangi risiko menderita kanker dan mengobati kanker tersebut.

Tes genetik untuk kanker

Tes genetik berguna bagi orang-orang dengan jenis kanker tertentu yang tampaknya terdapat dalam keluarga mereka. Jadi tes ini tidak dianjurkan untuk semua orang .

SEJARAH PENANGAN KANKER

  • Awal pengobatan kanker: pembedahan
  • Penggunaan anestesi umum
  • Hipotesis racun kanker dan metastasis
  • Mendiagnosa kanker
  • Pengobatan kanker: terapi hormon
  • Pengobatan kanker: Radiasi
  • Pengobatan kanker: kemoterapi
  • Pengobatan kanker: imunoterapi
  • Vaksin pengobatan kanker pertama
  • Pengobatan kanker: target terapi
  • Inhibitor sinyal pertumbuhan
  • Inhibitor angiogenesis
  • Obat apoptosis-inducing
  • Peyembuhan kanker dari dalam

MUNGKINKAH ANDA MENDERITA KANKER?

Gejala-gejala kanker

Gejala kanker bervariasi tergantung pada jenisnya dan bagian tubuhnya mana yang terserang. Kanker yang tidak diobati dapat menyebabkan akibat yang serius. Tujuh tanda-tanda yang mungkin merupakan amaran tentang adanya kemungkinan anda mederita kanker.

  1. Perubahan gejala pada usus seperti adanya sembelit, diare, atau perubahan ukuran tinja yang berlangsung terus-menerus selama periode waktu yang panjang yang merupakan suatu tanda dari kanker usus besar. Nyeri saat buang air, darah dalam air seni, atau perubahan fungsi kandung kemih, seperti sering buang air kecil dapat berhubungan dengan adanya kanker kandung kemih atau kanker prostat.
  2. Luka yang tidak kunjung sembuh.
  3. Perdarahan yang tidak biasa merupakan gejala dari penyakit kanker. Seperti batuk darah, darah pada tinja (membuat tinja terlihat sangat gelap atau hitam), perdarahan vagina, darah dalam urin, dan perdarahan pada puting susu yang bisa menandakan kanker payudara.
  4. Benjolan dipayudaraa atau bagian tubuh lainnya. Kanker dapat diraba melalui kulit misalnya kanker di testis dan payudara.
  5. Gangguan pencernaan atau kesulitan menelan mungkin merupakan gejala dini dari kanker kerongkongan.
  6. Peubahan di tahi lalat, kutil, dan bintik kulit yang berubah warna, ukuran, bentuk, maupun perbatasan tajam dari jaringan sekitarnya bisa merupakan indikasi adanya permulaan dari kanker yang harus segera diperiksa oleh dokter. Perubahan kulit dapat menjadi tanda
  7. Batuk atau parau yang terus-menerus merupakan tanda dari penyakit kanker paru-paru maupun laring.

GEJALA KANKER

  1. Kanker otak. Gejala yang dapat timbul merupakan sakit kepala yang parah pada pagi hari dan berkurang pada tengah hari, epilepis, lemah, mati rasa pada lengan dan kaki, kesulitan berjalan, mengantuk, perubahan penglihatan yang tidak normal, perubahan kepribadian, perubahan ingatan, dan sulit berbicara.
  2. Kanker mulut. Terdapat sariawan pada mulut, lidah, dan gusi yang tidak kunjung sembuh.
  3. Kanker tenggorokan. Batuk terus menerus, suara serak atau parau.
  4. Kanker paru-paru. Batuk terus-menerus, dahak bercampur darah, rasa sakit di dada.
  5. Kanker payudara. Adanya benjolan, penebalan kulit payudara, gatal-gatal, kemerahan, rasa sakit yang tidak berhubungan dengan menyusui atau menstruasi.
  6. Kanker saluran pencernaan. Adanya darah dalam kotoran yang ditandai dengan warna merah terang atau hitam.
  7. Kanker Rahim (Uterus). Pendarahan pada waktu haid yang tidak seperti biasanya dan rasa sakit yang luar biasa.
  8. Kanker indung telur (ovarium). Tidak menunjukkan gejala sampai pada fase lanjut yang biasanya didapatkan kanker telah menjalar ke mana-mana.
  9. Kanker kolon. Pendarahan pada rectum, adanya darah pada kotoran, perubahan buang air besar (diare terus-menerus atau sulit buang air besar).
  10. Kanker kandung kemih atau Ginjal. Adanya darah pada air seni, rasa sakit atau perih pada saat buang air kecil.
  11. Kanker prostat. Kencing tidak lancer, rasa sakit terus-menerus pada pinggang belakang, penis dan paha atas.
  12. Kanker buah Zakar/Testis. Adanya benjolan pada buah zakar yang dapat membesar dan menebal secara mendadak, sakit pada perut bagian bawah.
  13. Limfoma. Kelenjar getah bening membesar, terasa kenyal seperti karet, gatal-gatal, demam atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  14. Leukemia. Pucat, kelelahan yang berkelamaan, penurunan berat badan, sering kena infeksi, mudah terluka, mimisan.
  15. Kanker kulit. Benjolan pada kulit yang menyerupai kutil, infeksi yang tidak menyembuh, bintikbintik kulit yang berubah warna maupun ukurannya, perubahan warna kulit berupa bercakbercak
  16. Komplikasi. Komplikasi yang sering terjadi pada pasien kanker adalah infeksi yang muncul pada stadium lanjut akibat kekurangan protein dan zat gizi lainnya serta penekanan siistem kekebalan yang sering terjadi setelah pengobatan konvensional.

Mendeteksi kanker

Untuk mendeteksi penyakit kanker sedini mungkin sehingga dapat ditangani dengan secepatnya, sebelum kanker tersebut bertumbuh secara signifikan. Hal yang perlu diingat, ialah dibutuhkan kira-kira sepuluh tahun atau lebih anatara adanya kontak dengan sesuatu yang menyebabkan kerusakan DNA hingga kanker dapat dideteksi.

KANKER PARU-PARU

Jenis kanker paru-paru

Kanker paru-paru selalu dimulai dalam dinding spons merah muda keabu-abuan dari bronkus,yang disebut tubular, yaitu pada percabangan saluran pernapasan paru-paru .

Kanker paru-paru sel kecil adalah kanker paru-paru yang paling agresif dari semua kanker paruparu. Umumnya berasal dari bronkus besar atau bronkus pusat dan menyebar dengan cepat. Penyebaran kanker tersebut sering ke hati, tulang dan otak. Meskipun kanker paru-paru responsif terhadap kemoterapi, pengobatan tersebut jarang di sosiasikan dengan kelangsungan hidup jangka panjang.

Sedangkan kanker paru-paru non-sel kecil, adenokarsinoma adalah jenis yang paling umun dari kanker paru-paru. Jenis kanker paru-paru ini terjadi terutama pada perokok atau mantan perokok tetapi jenis ini juga yang paling umum pada non-perokok, karena non-perokok menghirup asap rokok yang mengandung tar yang menyebabkan kanker paru-paru meskipun mereka tidak merokok. Itulah sebabnya mereka disebut perokok pasif.

Penyebab kanker paru-paru

Hampir 9 dari 10 kematian akibat kanker paru-paru, sedangkan gas radon, polusi, dan bahan kimia lainnya memainkan peranan yang lebih kecil. Asap rokok yang diisap mengandung lebih dari 70 zat-zat pemicu kanker yang akan memberi dampak secara langsung terhadap jaringan paru-paru . kanker yang timbul akibat merokok dapat disembuhkan.

Mendiagnosis kanker paru-paru

  1. CT scan dada
  2. Bronkoskopi
  3. Biopsi paru-paru
  4. Mediastinoscoscopy

Tes untuk menentukan penyebaran kanker

  1. Tes darah
  2. CT scan pada dada dan perut
  3. MRI
  4. Scan tulang dengan radio nuklida
  5. PET scan

Pencegahan kanker paru-paru

Karena kanker umumnya merupakan penyakit yang disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, maka upaya preventif adalah menghidupkan pola hidup yang sehat.